oleh

Kawal Tekanan Inflasi, TPID Kabupaten Merauke Gelar HLM

INBISNIS.ID, JAYAPURA – Menindaklanjuti peningkatan tekanan inflasi yang dialami oleh Kabupaten Merauke maupun Provinsi Papua, TPID Kabupaten Merauke menyelenggarakan Rapat HLM TPID Kabupaten Merauke pada hari Selasa, 14 Juni 2022 di Merauke.

Untuk diketahui, pada bulan Mei 2022, inflasi tahun berjalan Provinsi Papua tercatat sebesar 3,02% (ytd). Kabupaten Merauke sendiri menjadi mengalami inflasi tahun berjalan terbesar dengan angka sebesar 3,86% (ytd), diikuti oleh kota Jayapura dengan inflasi sebesar 3,44% (ytd) dan Kabupaten Merauke sebesar 1,49% (ytd).

Rapat tersebut dibuka dan dihadiri oleh Wakil Bupati Merauke, H. Riduan, S.Sos., M.Pd, dan dihadiri juga oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Papua, Triwarno Purnomo S.STP, M.Si. dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Juli Budi Winantya dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Ir. Omah Laduani Ladamay.

“Kestabilan harga merupakan hal yang sangat mendasar untuk menjaga daya beli masyarakat,” ungkap Wakil Bupati Merauke, H Riduan dalam.kesempatan tersebut.

Wakil Bupati juga menyampaikan pentingnya sinergi, khususnya di tingkat pemerintah pusat, mengingat terdapat beberapa penyebab inflasi yang merupakan domain pemerintah pusat, seperti angkutan udara dan juga tarif pengiriman logistik melalui angkutan laut.

Hal senada disampaikan Triwarno Purnomo selaku Staf Ahli Gubernur Provinsi Papua, mengingat tekanan inflasi sudah mulai meningkat sejak akhir tahun 2021 akibat dari pemulihan permintaan masyarakat.

“Pengendalian inflasi menjadi penting dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang turut dapat mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua menyampaikan pentingnya sinergi di tingkat nasional.

“Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dapat menyampaikan informasi atau usulan kepada Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) terutama mengenai permasalahan yang terjadi secara nasional dan/atau membutuhkan koordinasi dan penyelesaian di level Nasional,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi pada rapat tersebut mengemuka peran penting Merauke sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua. Namun demikian, terdapat kenaikan harga logistik dan energi global yang juga turut berpengaruh kepada harga produksi komoditas pangan, seperti pupuk dan pakan ternak.  Hal tersebut direspon para produsen dengan meningkatkan harga sehingga menyebabkan inflasi, khususnya di Kabupaten Merauke.

Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) juga diharapkan dapat memberikan dampak positif mengenai ketersediaan pasokan, utamanya kepada masyarakat di kabupaten Merauke dan provinsi Papua. Kedepannya, bukan tidak mungkin, keberhasilan pengelolaan MIFEE dapat menjadi harapan baru bagi terbentuknya lumbung pangan bagi wilayah timur Indonesia.

Selain itu, Fasilitas Tol Laut juga diharapkan dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas agar dioptimalkan penggunaannya. Yang mana, tol laut juga diharapkan dapat menjadi tulang punggung distribusi komoditas pangan di intra Papua.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed