oleh

Juli Budi Winantya Ungkap Dua Tren Ekonomi di Masa Mendatang

INBISNIS.ID, PAPUA – Ada dua isu strategis terkait perekonomian yang akan menjadi trend di masa mendatang, yakni ekonomi digital dan ekonomi sirkular berbasis lingkungan. Hal itu diungkapkan Kepala KPw BI Papua, Juli Budi Winantya kepada wartawan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sekembalinya dari Denpasar Bali, Minggu (12/6/22).

“Tujuan kunjungan kita ke Bali, harapannya dapat memperkaya wawasan teman-teman media di Papua,” ungkapnya.

Untuk diketahui, guna menambah wawasan tentang trend ekonomi tersebut, Juli Budi Winantya mengajak 25 jurnalis ekonomi dan bisnis di Papua melakukan gathering capacity building wartawan Papua selama dua hari (11-12 Juni) di Kota Denpasar, bali.

Untuk ekonomi digital, Bank Indonesia menghadirkan Faizal Kurniawan, Asisten Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, dalam sesi pelatihan di Hotel Mamaka, Pantai Kuta, Bali, Sabtu (11/6/22).

Dalam hal ini, Bank Indonesia luncurkan sistem pembayaran terintegrasi dengan nama Quick Response Indonesia Standard (QRIS).

Penggunaan QRIS yang saat ini terus disosialisasikan ke dunia usaha retail, oleh Bank Indonesia akan terus dikembangkan agar bisa digunakan juga di pasar online (e-commerce), juga untuk transaksi lintas negara (cross border).

Terkait ekonomi berwawasan lingkungan, kata Budi Winantya, pihaknya berupaya menanamkan perubahan sistem dari yang saat ini linier ekonomi menuju circular ekonomi.

Untuk itu, Ia mengajak para peserta gathering mengunjungi Bank Sampah Kota Denpasar Bali.

“Nah bank sampah ini salah satu bentuk dari sirkuler ekonomi, sehingga kita  coba lihat bagaimana Denpasar mengelola sampahnya,  dengan harapan nanti kita bisa ditiru di Jayapura dan kota-kota lainnya,” ujarnya.

Saat ini, kata Budi Winantya, berdasarkan komunikasi saya dengan berbagai stakeholder Bank Indonesia Papua, terutama dari bank BNI 46 Wilayah Papua dan Papua Barat, sudah menginisiasi program sejenis, yaitu bank sampah di Merauke.

“Nanti harapannya kalau di Merauke bisa berjalan dengan baik, dengan bantuan teman-teman melalui pemberitaan, ini bisa digunakan juga di kota-kota lain,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, KPw BI Papua juga mengajak para awak media untuk mengunjungi satu desa adat, yakni Desa Penglipuran, guna memberi wawasan bagaimana mengelola desa atau kampung adat, sehingga bisa menjadi obyek wisata yang dapat menarik wisatawan lokal, regional bahkan internasional.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed